STIKES St. Paulus Melaksanakan Kegiatan PKKMB

Ket foto. Perayaan Ekaristi di aula STIKES St Paulus Ruteng

Pembukaan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) STIKES St. Paulus Ruteng diawali dengan perayaan Ekaristi. Misa pembukaan PKKMB tersebut berlangsung di Aula STIKES St Paulus Ruteng, (Kamis, 23/8/18).

Pater David Djerubu, SVD selaku ketua STIKES St. Paulus Ruteng dalam pernyataan awal perayaan ekaristi, menekankan bahwa pentingnya campur tangan Tuhan dalam setiap perjuangan, baik sebagai mahasiswa, dosen pun status lainya.

“Ekaristi adalah pusat kehidupan. Keberhasilan kita dalam kehidupan tidak mungkin terlepas dari campur tangan Tuhan”, tegas Pater David.

Lebih lanjut, Pater David menekankan kepada peserta PKKMB agar lebih membuka diri terhadap realitas hidup yang dijumpai dan juga membuka diri secara total kepada Tuhan.

“Bukalah hati kepada Dosen, teman dan setiap orang yang dijumpai,” lanjutnya.

Pada bagian lain, beliau menekankan kepada para dosen, pegawai dan khusus kepada mahasiswa baru supaya harus masing-masing memiliki prioritas diri.

Kegiatan PKKMB STIKES St. Paulus Ruteng tahun ajaran 2018/2019 berpayung di bawah tema besar: MEMBENTUK MAHASISWA KESEHATAN YANG BERKARAKTER, KREATIF DAN INOVATIF DALAM SEMANGAT SANTU PAULUS.

Mahasiswa PKKMB tahun ajaran 2018/2019 STIKES St Paulus Ruteng berjumlah 59 orang.

APEL BENDERA

Sebagai warga negara yang berjiwa patriot dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, maka pembukaan kegiatan PKKMB STIKES St Paulus Ruteng tidak hanya diawali dengan perayaan Ekaristi saja, tetapi diawali pula dengan upacara apel bendera yang berlangsung di lapangan sepak bola kaki STKIP.

Upacara bendera dipimpin langsung oleh ketua STIKES St Paulus Ruteng, Pater David Djerubu, SVD, sekaligus membuka kegiatan PKKMB secara resmi.

“PKKMB harus dilaksanakan di semua perguruan tinggi. Karena itu merupakan salah satu cara untuk membangunkan karakter diri yang baik. PKKMB harus diperhatikan secara khusus,” papar Pater David.

Lebih dari itu, ia menegaskan bahwa Menrisetdikti telah  menekankan tentang penerapan praktik PKKMB untuk tidak boleh melakukan kekerasan fisik dan verbal dalam proses PKKMB.

“Kita harus lebih memperhatikan perkembangan pendidikan, serta  mendidik mahasiswa untuk tetap menjaga kesatuan NKRI. Karena itu, peserta harus taat. PKKMB merupakan bagaian dari pembinaan karakter diri anda sebagai mahasiswa STIKES St Paulus Ruteng,” tutupnya.

Ket. Foto. Upacara bendera di lapangan STKIP

Laporan: Hardy Sungkang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *