STIKES Santu Paulus Ruteng Menyelenggarakan Workshop Pengisian Borang Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT)

Dalam rangka mempersiapkan akreditasi institusi Perguruan Tinggi (AIPT), STIKES Santu Paulus Ruteng meyelenggarakan workshop pengisian Borang pada hari Sabtu (10/03/2018) bertempat di ruang Van Bekkum 02. Kegiatan tersebut melibatkan semua dosen dan tenaga kependidikan STIKES Santu Paulus. Hadir sebagai Pemateri dalam kegiatan itu adalah Dr. Untung Sujianto, S.Kp.,M.Kes, dosen Prodi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dan assesor BAN-PT.

Pada awal pemaparan materi, Dr. Untung menjelasakan tentang pentingnya kegiatan workshop pengisian Borang karena dalam pengalaman sebagai assesor BAN-PT (sejak tahun 2007), terdapat beberapa kekeliruan dari PT atau Universitas dalam pengisian Borang. kekeliruan/kesalahan dominan dalam mengisi borang diantaranya: jawaban yang diisi dalam borang itu tidak sesuai dengan Item pertanyaan; Jawaban tidak langsung pada inti, ibarat sesorang yang mengadakan perjalanan dari Jakarta Ke NTT tetapi melewati Papua, kadang terlalu banyak penjelasan-penjelasan tambahan dan lupa inti jawaban; Jawaban tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan; dan mengisi borang hasil copy paste dari borang institusi lain.

Selanjutnya, Dr. Untung membahas secara rinci tentang cara-cara pengisian borang AIPT dari Standar 1 sampai Standar 7. Ia mengharapkan pihak STIKES Santu Paulus untuk serius memperhatikan cara-cara pengisian borang supaya mendapat hasil yang maksimal. Menurutnya jawaban yang diisi dalam borang mesti aplikatif dan operasional sesuai dengan keadaan di STIKES santu Paulus Ruteng. Di samping itu, segala apa yang tertera pada borang mesti didukung oleh bukti fisik yang akan dicek pada saat asesemen lapangan.

Di akhir materinya, Dr. Untung juga menghimbau agar dalam pengisian Borang diupayakan untuk tidak boleh meng-copy paste Borang dari institusi lain karena Sistem di SAPTO (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online) akan secara otomatis mengecek tingkat plagiarisme. Apabila ketahuan plagiat maka proses akreditasi akan dibatalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *