Berita

STIKES SANTU PAULUS MENJADI LEMBAGA PENYELENGGARA UKOM NASIONAL


Mahasiswa angkatan pertama prodi DIII Kebidanan STIKES St. Paulus Ruteng

STIKES Santu Paulus Ruteng melaksanakan ujian kompetensi nasional bagi lulusan DIII kebidanan. Ujian kompetensi ini diselenggarakan di Aula Missio STKIP St. Paulus Ruteng, Sabtu, 7/10/17.

Pater David Djerubu, S.Fil.,MA selaku ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santu Paulus Ruteng mengatakan bahwa tempat ujian kompetensi menurut aturannya adalah institusi atau lembaga pendidikan terpilih.

“Tempat ujian kompetensi (TUK) kebidanan di NTT umumnya hanya di POLTEKES Kemenkes Kupang. Poltekes dipilih karena dianggap institusi yang paling layak untuk menyelenggarakan UKOM”, paparnya.

Namun, mulai tahun ini, STIKES Santu Paulus Ruteng dipercayakan sebagai Tempat Ujian Kompetensi. Sebelumnya STIKES Santu Paulus Ruteng menulis surat permohonan kepada panitia nasional penyelenggara ujian kompetensi untuk menyelenggarakan ujian kompetensi di STIKES Santu Paulus Ruteng.

“Memang kami juga menulis surat permohonan kepada panitia nasional agar STIKES santu paulus ruteng diperkenankan menjadi Tempat Ujian Kompetensi, karena menurut kami STIKES Ruteng memenuhi kriteria sebagai TUK. Karena itu, selaku pimpinan STIKES, saya merasa bangga kerena dipercayakan oleh panitia nasional. Bangga itu beralasan karena STIKES Santu Paulus Ruteng baru berusia empat tahun”, ungkap Pater David dengan bangga.

“Kami juga senang karena ketika STIKES Santu Paulus Ruteng jadi TUK, maka kami juga membantu lulusan, orang tua dan masyarakat. Peserta UKOM pun tidak akan mengeluarkan biaya besar seperti kalau mereka harus pergi ke Kupang, Bali, Makasar atau Jawa” tambahnya.

Lebih lanjut pater ketua STIKES mengungkapkan bahwa panitia nasional menganggap layak STIKES Santu Paulus sebagai TUK karena memenuhi kriteria minimal, tetapi juga mungkin karena menilai bahwa kami serius mengelolah STIKES ini baik terkait tridharma perguruan tinggi maupun SDM dan sarana prasarananya.

“SDM kita terus meningkat baik kuantitas maupun kualitas sesuai tuntutan peraturan yang berlaku. Karena itu kepercayaan ini sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus berubah dan berkembang maju selaras dengan PTKes lain yang suddah lama baik tingkat lokal maupun nasional”, Lanjutnya

Dalam kesempatan yang sama, Pater ketua STIKES Santu Paulus Ruteng menyampaikan terima kasih kepada panitia nasional dan panitia wilayah regional NTT serta berbagai pihak yang sudah membantu dan mendukung kami.

“Kami berterima kasih kepada majelis tenaga kesehatan Indonesia bersama MTPK dan organisasi profesional (IBI dan AIPKIND) sebagai pihak yang menyelenggarakan UKOM ini”, lanjutnya.

Sebagai pimpinan STIKES Santu Paulus Ruteng, Pater David Djerubu mengharapkan bahwa peserta yang adalah lulusan STIKES Santu Paulus Ruteng akan meraih persentasi lulusan di atas 80%. Persentasi tersebut akan memberi dampak bagi akreditasi lembaga atau dalam hal ini STIKES Santu Paulus Ruteng. semakin tinggi hasil persentasi hasil UKOM maka semakin tinggi pula kualitas dan pengakuan terhadap lembaga ini.

“Saya juga mengatakan kepada masyarakat Manggarai Raya atau Flores umumnya bahwa STIKES Santu Paulus Ruteng bukan cabang dari salah satu STIKES di Makasar atau dari tempat lain seperti UIT atau BARAMULI. STIKES Santu Paulus Ruteng adalah Perguruan Tinggi kesehatan yang berdiri sendiri dengan Surat keputusan pendiri dari kementerian pendidikan Nasional No 473/E/O/2013.”

Pater David Djerubu, S.Fil.,MA mengharapkan kepada oang tua masyarakat Manggarai dan Flores untuk mempercayakan anak-anaknya dididik di STIKES Santu Paulus Ruteng agar menjadi tenaga kesehatan (bidan dan Perawat) yang profesional, berkarakter, berdaya saing, berwawasan ekologis dan peduli kepada kesehatan keluarga berdasarkan semangat injil.
Ujian kompetensi ini diikuti oleh peserta wisuda dari Prodi DIII Kebidanan yang berjumlah 53 orang. Pengawas UKOM ditentukan secara nasional dari pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *