Berita

Prof.H. Mohamad Nasir, Ph.D.,AK: Perbedaan adalah sebuah Kekayaan

 

(Menristekdikti saat menyampaikan sambutan pembuka)

StikesRuteng-Sebagai negara kesatuan yang pluralisme tinggi, maka seharusnya kita tetap menjaga keberagaman dengan sikap toleransi yang kuat. Demikian yang disampaikan oleh Menteri riset, teknologi dan perguruan tinggi itu saat menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan puasa bersama di Aula Missio Santu Paulus Ruteng, Sabtu, 25/5/19 di Aula Missio.

“Saya berterimakasih karena membuka puasa bersama dengan berbagai komponen masyarakat baik pemerintah maupun segenap civitas akademika STKIP dan STIKES St. Paulus Ruteng” kata Prof. H. Mohamad Nasir.

“Perbedaan bukanlah semata-mata membuat kita berpisah. Tetapi perbedaan adalah kekayaan yang dimiliki oleh warga negara Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena negara ini adalah negara yang kita bangun secara bersama melalui pendiri kita yang tertuang dalam empat pilar bangsa,” ungkap Moh. Nadsir.

Lebih lanjut, Menteri pendidikan tinggi itu menegaskan jangan sampai terjadi diskriminasi dalam negara kesatuan Republik Indonesia. Ketika diskriminasi terjadi, maka kesatuan akan tercabik-cabik. Hidup berdampingan rasanya tidak nyaman. Hidup bersebelahan rasanya bermusuhan. Mari kita berpikir, bahwa semua perbedaan itu ketika dihargai, maka kita tetap bertahan dalam NKRI.

Agenda utama kedatangan Menritekdikti ini untuk meresmikan STKIP dan STIKES Santu Paulus Ruteng menjadi Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng yang dilaksanakan pada Minggu, 26/5/19 di gedung utama Universitas Katolik Indonesia.

Pada bagian lain, Mohamad Nasir meminta agar tali persatuan antar umat beragama tidak boleh teeceraiberaikan hanya karena pemilu 2019. Sekarang tidak adalagi satu dan dua, melainkan semuanya sama. Presidenku, presidenmu, presiden kita.

“Apapun partainya pendukungnya dan apapun pilihan politiknya, kita tetap satu paham dalam bingkai NKRI,” ungkapnya.

Pada bagian akhir, beliau mengajak agar semua tokoh agama dan civitas akademi STKIP dan STIKES St. Paulus Ruteng untuk terus merajut kebersamaan dalam membangun Indonesia ke depan.

Laporan: Hardy Sungkang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *