Berita

DOSEN STIKES SANTU PAULUS RUTENG MENANG HIBAH PENELITIAN RISTEKDIKTI PENDANAAN 2018

Senin (16/01/2018), pada laman simlitabmas.ristekdikti.go.id, diumumkan secara resmi pemenang hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk pendanaan tahun 2018. Pengumuman ini  terkait dengan tawaran dana hibah tahunan dari Kemenristekdikti untuk program penelitian dan pengabdian masyarakat dari para dosen PTN/PTS di seluruh Indonesia. Pendanaan hibah  tahun 2018 merupakan hasil seleksi secara daring berbagai proposal penelitian dan pengabdian masyarakat yang diajukan ke akun SIMLITABMAS (Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) pada bulan Juni 2017 lalu.

Setiap tahun Kemenristekdikti  memberikan kesempatan kepada semua dosen PTS/PTN untuk mengajukan proposal penelitian dan pengabdian masyarakat. Ada banyak skema penelitian dan pengabdian masyarakat yang ditawarkan, diantaranya: a. Bidang Penelitian: Penelitian Berbasis Kompetensi (PBK), Penelitian Strategis Nasional (PSN), Penelitian Dosen Pemula (PDP), Penelitian Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi (PKPT), Penelitian Tim Pascasarjana (PTP), Penelitian Disertasi Doktor (PDD), dll. b. Bidang Pengabdian Masyarakat: Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK), Program Kemitraan Wilayah (PKW), Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM), dll.

Namun proposal yang didanai hanya proposal yang sesuai dengan kriteria yang diharapkan Ristekdikti. Dengan kata lain, proposal yang menang (didanai) merupakan proposal yang lolos seleksi.  Dapat dikatakan bahwa mekanisme seleksi proposal terbilang ketat dan tidak semua Perguruan Tinggi lolos dalam memenangi hibah tersebut.

STIKES Santu Paulus  berbangga karena pada pendanaan tahun 2018, dua orang dosennya berhasil  memenangi hibah tersebut. Kedua dosen tersebut adalah  Ibu Fransiska Nova Nanur, S.SiT.Keb, M.Kes yang memenangi  skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) dan Bpk. Marianus Mantovany Tapung, S. Fil., M.Pd. yang memenangi skema Penelitian Disertasi Doktor (PDD).

Ibu Fransiska Nova Nanur,S. SiT,Keb.,M.Kes

Ibu Fransiska Nova Nanur atau sering disapa Ibu Nova merupakan dosen Prodi D-III Kebidanan STIKES santu Paulus dan menjabat Ketua Prodi D-III Kebidanan. Di tengah kesibukanya dalam mengajar dan menahkodai Program Studi, ia masih bisa mengatur waktu untuk membuat proposal penelitian dan memang tidak sia-sia karena berujung pada pencapai hasil yang maksimal. Judul penelitian yang ia ajukan adalah “Alasan Ibu memilih Dukun sebagai Penolong Persalinan: Studi Fenomenologi di Wilayah Kerja Puskesmas Borong”. Ketika mendengar bahwa penelitiannya ini lolos, ibu Nova merasa sangat senang dan mengakui bahwa ini pengalaman pertama menerima hibah penelitian Dikti. Hal ini semakin menambah rasa percaya dirinya dan menjadi suatu motivasi baru untuk penelitian selanjutnya.

Bpk. Marianus M. Tapung, S.Fil.,M.Pd

Sementara itu, Bpk. Marianus M. Tapung atau sering disapa Pak Manto merupakan Dosen STIKES Santu Paulus yang sedang menjalankan Studi Doktoral (S-3) di UPI Bandung. Judul disertasi yang ia ajukan adalah “Model Emancipatory Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP mengenai Permasalahan Sosial pada Pembelajaran IPS”. Dengan judul disertasi yang sangat memukau ini, akhirnya ia menjadi salah satu peserta yang menang hibah. Ia bersaksi bahwa semua ini terjadi berkat sebuah ketekunan dan kerja keras. Ia bangga karena merupakan pengalaman pertama baginya dalam mendapatkan hibah penelitian Dikti.

P. David Djerubu,MA selaku Ketua STIKES Santu Paulus memberi apresiasi yang tinggi atas usaha keras dari kedua dosen tersebut. “Saya Bangga atas apa yang di raih oleh Ibu Nova dan Pak Manto. Hal ini semua terjadi karena kerja keras mereka masing-masing. Mereka telah mengharumkan nama STIKES santu Paulus Ruteng karena ini sangat berpengaruh terhadap mutu lembaga ini. Terima kasih atas usaha yang berharga ini. Proficiat” ungkap P. David. Selanjutnya ia juga berharap agar dosen-dosen yang lain harus berjuang sehingga semakin banyak penelitian dan pengabdian masyarakat dari STIKES Santu Paulus yang didanai oleh Dikti. “Saya sangat mengharapkan agar penelitian dan pengabdian masyarakat selanjutnya diikuti oleh semua dosen STIKES santu Paulus. Semua Dosen mesti semangat untuk mendapat hibah Dikti. Pa Manto dan Ibu Nova sudah membuktikan bahwa kita di STIKES bisa memenangi hibah Dikti. Kalau kita rajin membuat Penelitian dan Pengabdian, kehidupan ekonomi kita juga ikut terjamin” Demikian tutur P. David.

Terkait hal ini, ketua UPPM STIKES Santu Paulus, Bpk. Theofilus Acai Ndorang, M.Th mengatakan bahwa keberhasilan dari dua dosen STIKES santu Paulus yang memenangi hibah penelitian DIKTI merupakan suatu langkah maju bagi bidang penelitian STIKES Santu Paulus, karena itu hal ini mesti menjadi titik star bagi upaya peningkatan penelitian dan pengabdian masyarakat ke tingkat Nasional. “Kita harus bangga karena kemarin kita hanya mengajukan dua buah proposal penelitian dan dua-duanya lolos. Karena itu, apa yang telah diraih oleh Ibu Nova dan Pak Manto, menunjukkan bahwa kita dapat bersaing secara nasional dalam bidang penlitian dan pengabdian masyarakat. Hal ini kiranya menjadi cahaya yang dapat membuka jalan bagi para Dosen STIKES Santu Paulus untuk bersaing dalam bidang Penenlitian dan pengabdian masyarakat di tingkat nasional. Semoga Dosen STIKES Santu Paulus akan semakin banyak memenangi hibah Dikti pada tahun-tahun kedepan. Kita pasti bisa!!” Ungkap Theofilus.

Setelah pengumuman pendanaan ini, Pak Manto dan Ibu Nova siap melaksanakan penelitian dengan batasan waktu sesuai juknis yang tertera dalam panduan SIMLITABMAS. Selain itu, mereka juga wajib memenuhi dan mematuhi segala hal yang menjadi ketentuan Dikti demi kelancaran pelaksanaan penelitian. Dalam Pelaksanaan penelitian mereka akan selalu berkoordinasi dengan UPPM STIKES Santu Paulus. (Theo Ndorang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *