Berita

Deno Kamelus: Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

Ket. Fot- Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH.,MH

Pembukaan tahun ajaran baru 2018/2019 STIKES St. Paulus Ruteng diawali dengan kuliah umum yang dimateri oleh Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH.,MH, (Senin, 3/9/18) di aula Missio STKIP St. Paulus Ruteng.

Pada bagian awal pemaparan materi, Deno Kamelus mengungkapkan, bahwa pendidikan karakter merupakan isu global yang telah menjangkaui secara lokal. Karakter itu sesuatu yang sedang menjadi merek dalam masing-masing pribadi. Karakter itu terpatri dalam setiap pribadi. Semua karakter pribadi dapat terjadi melalui proses pendidikan.

Pada bagian lain, orang nomor satu di Manggarai itu mengingatkan, bahwa semua rintangan di sekitar kita harus kita olah supaya membuat kita ulet dan menjadi pribadi yang tangguh.

Lebih lanjut, beliau menjabarkan tentang nilai-nilai luhur yang melekat dalam pribadi setiap orang dengan masing-masing memiliki olah pikir, olah hati, olah raga, dan olah rasa/karsa.

Bupati Manggarai itu menekankan, bahwa pendidikan sebetulnya lahir dari nilai olah pikir. Olah pikir dalam pribadi kita mencakup pribadi yang cerdas, kritis, kreatif, berpikir terbuka dan produktif.

Mengapa Pendidikan Karakter Dikaitkan Dengan Budaya?

“Berbicara tentang budaya berarti berbicara tentang proses pembelajaran. Dalam kebudayaan terdapat proses pendidikan. Mengapa kita berbicara tentang karakter yang berbasis budaya, karena beberapa unsur penting dalam budaya terdapat suatu proses belajar”, lanjut Deno.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai bertumbuh dalam sebuah proses sejarah. Karena budaya sebagai suatu proses belajar, maka harus berkembang secara terus menerus.

Mantan wakil bupati dua periode itu menjelaskan bahwa peran perguruan tinggi dalam proses ini adalah melalui kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam pendidikan tinggi harus menampilkan nuansa pendidikan karakter yang berkelanjutan.

Deno Kamelus menekankan, bahwa dalam pendidikan tinggi harus menampilkan kejujuran akademik, artinya dalam setiap penulisan ilmiah harus bertindak jujur dalam mengambil dan menggunakan sumber ilmiah.

Kenapa Pendidikan Karakter itu Penting?

Dr. Hukum itu menekankan pentingnya pendidikan karakter, karena pendidikan karakter itu sebuah cara yang terbaik untuk menjadi pribadi yang baik.

Pendidikan karakter sebetulnya proses. Proses pembentukan karakter pun lebih banyak dari kenyataan hidup yang kita jumpai. Karen itu, diharapkan untuk lebih peka dan respon terhadap situasi yang kita alami. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi harus dibangun di atas pribadi yang berkarakter.

Sesion Diskusi

Setelah pemaparan materi selesai, tibalah saatnya sesion diskusi berlangsung. Sesion diskusi ini dipandu secara langsung oleh moderator, Ns. Lidwina Dewiyanti Wea, S.Kep.,M.Kep. Pada sesi pertama diberi kesempatan bagi tiga penanya.

Ket. Foto- Dr. Deno Kamelus, SH.,MH bersama moderator Ns. Lidwina D. Wea, S.Kep., M.Kep

 

Penanya pertama dari mahasiswa atas nama Elvi Jedia, mahasiswa program studi D-III Kebinanan semester V. Elvi menekankan tentang karakter diri yang peduli. Ia menanyakan kepada pemateri, bapak Bupati Manggarai tentang bagaimana kepedulian pemerintah daerah terhadap para lulusan yang belum memiliki lapangan pekerjaan di Manggarai.

Bagi elvi, ketika tidak memiliki lapangan pekerjaan, maka hal demikianpun dapat membunuh karakter pribadi mereka tentang kepedulian, baik peduli terhadap masyarakat maupun terhadap diri mereka sendiri.

Menyikapi persoalan itu, Bupati Deno menjawab bahwa pentingnya mengubah persepsi tentang kerja. Kerja tidak selamanya harus pada instansi tertentu, tetapi cobalah menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif.

Bupati Deno mengingatkan kepada alumnus tenaga kesehatan untuk coba membuat praktek mandiri di kampung-kampung. Karena dengan itu, kalian bisa mengaktualisasikan teori yang telah kamu peroleh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *