Berita

Theofilus A. Ndorang: Pentingnya Organisasi kemahasiswaan dan Kode Etik di Perguruan Tinggi

 

Ket. Foto. Puket III, Theofilus Achai Ndorang, S.Fil.,M.Th

Ruteng, STIKPAUL- Kegiatan PKKMB STIKES St Paulus Ruteng hari kedua diwarnai dengan semangat keceriaan dari para mahasiswa baru. Berbagai bentuk permainan yang dipandu oleh panitia dimainkan penuh semangat dan antusias. Peserta PKKMB tampak semangat dan semakin merasa nyaman dengan lingkungan kampus sekolah tinggi ilmu kesehatan St. Paulus Ruteng, sehingga segala kegiatan mereka ikuti dengan penuh hikmat.

Pada hari kedua, peserta disuguhkan dan dibekali dengan beberapa materi yang sungguh sedap disantap akal. Peserta tampak berapi-api saat mendengarkan materi pertama yang dibawakan oleh bapak Puket III STIKES St Paulus Ruteng, Theofilus Achai Ndorang, S.Fil., M.Th.

Puket tiga STIKES St. Paulus Ruteng yang membidangi kemahasiswaan memperkenalkan kepada mahasiswa baru tentang perguruan tinggi, konsep pendidikan mahasiswa, program kreatifitas mahasiswa dan kode etik mahasiswa.

Pada kesempatan itu, Theofilus menjelaskan tentang perguruan tinggi menurut UU No. 12 Tahun 2012 bab 1 pasal 1 ayat 2. Perguruan tinggi juga memiliki fungsi berasaskan UU no. 12 Tahun 2014 pasal 4 dan pasal 5.

Pada bagian yang sama, Theofilus menjelaskan bahwa tujuan perguruan tinggi merupakan wadah yang menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penelitian yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora agar bermanfaat bagi kemajuan bangsa, serta kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia.

Ket. foto. Peserta sedang mendengarkan materi Puket III.

Pada bagian lain, Puket III STIKES St Paulus Ruteng itu memaparkan tentang konsep pendidikan mahasiswa. Mahasiswa dituntut untuk selalu memperhatikan dua hal penting yakni kegiatan kurikuler dan ekstrakulikuler.

“Kegiatan kurikuler sebagai tujuan perguruan tinggi meliputi kegiatan akademik seperti kuliah, pertemuan kelompok kecil (seminar, diskusi, responsi), bimbingan penelitian, praktikum, tugas mandiri, belajar mandiri, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (kuliah kerja nyata dan kuliah kerja lapangan), sedangkan kegiatan ekstrakurikuler meliputi kegiatan kemahasiswaan yang bersifat penalaran keilmuan, minat dan kegemaran serta upaya perbaikan kesejahteraan mahasiswa dan bakti sosial bagi masyarakat,” papar Theofilus.

Oleh karena itu, beliau mengharapkan kepada mahasiswa supaya menjadi produk terbaik perguruan tinggi, maka harus memahami dan menguasai hard skill dan soft skill. Keduanya harus seimbang.

Beliau menekankan juga tentang program kreatifitas mahasiswa di perguruan tinggi. Menurutnya, program kreatifitas mahasiswa awalnya salah satu program direktorat kemahasiswaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (Ditlitabmas) direktorat jenderal pendidikan tinggi (Dirjen Dikti) untuk meningkatkan mutu peserta didik di PT yang membuka peluang mahasiswa dalam berkarya seluas para dosen.

 

“PKM bertujuan untuk memberikan bekal bagi lulusan PT agar dapat melihat keahlian dasar seorang intelektual yakni academic knowledge, skill of thinking, management skill, dan communication skill. Keempat keahlian ini diadakan untuk membuat daya saing intelek lebih baik”, tambah Bapak Theo.

Konsep dasar PKM, kata pak Theo harus memiliki kemampuan, keahlian sikap, tanggujawab, dan kerja sama. Mahasiswa diharapkan untuk melakukan berbagai jenis kegiatan yang inovatif, cerdas, dan kreatif sesuai dengan minat, bakat bidang ilmu yang ditekuni.

Lebih lanjut, beliau memaparkan beberapa jenis kegiatan PKM di antaranya; PKM penelitian, PKM Kewirausahaan, PKM pengabdian kepada masyarakat, PKM penerapan Teknologi, PKM Karsacipta, PKM artikel Ilmiah dan PKM gagasan tertulis.

Pada bagian akhir, beliau menegaskan tentang pembiayaan kegiatan kemahasiswaan diatur oleh Kemendikbud No. 155/0/1998 pasal 10, bahasa segala pembiayaan kegiatan organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi dibebankan pada anggaran perguruan tinggi yang bersangkutan dan/atau usaha lain selain pimpinan PT dan tanggungjawabkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Laporan: Hardy Sungkang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *